FmD4FRX3FmXvDZXvGZT3FRFgNBP1w326w3z1NBMhNV5=

Jejak Mengubah Kalender Sekolah

Jejak Mengubah Kalender Sekolah
Foto ilustrasi


Setiap bulan Juli, kita lihat anak-anak sekolah mulai lagi. Ada yang pakai seragam baru, ada yang sibuk cari buku, ada juga yang masih bingung cari kelas. Tapi pernah nggak kamu kepikiran: kenapa sih tahun ajaran baru selalu dimulai bulan Juli?

Dulu aku pikir itu cuma tradisi turun-temurun. Ternyata, di baliknya ada sebuah keputusan penting dari tahun 1979.

Tokohnya adalah Daoed Joesoef yang sering juga ditulis Daud Jusuf Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia pada periode 29 Maret 1978 sampai 19 Maret 1983 di Kabinet Pembangunan III. Jadi kalau kamu searching nama “Daud Yusuf” atau “Daud Jusuf”, yang dimaksud kemungkinan besar adalah beliau.

Pada masa kepemimpinannya, Daoed Joesoef mengeluarkan kebijakan yang mengubah awal tahun ajaran sekolah. Kalau sebelumnya tahun ajaran dimulai bulan Januari, maka melalui Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 0211/U/1978, tahun ajaran diubah agar dimulai bulan Juli. Kebijakan ini mulai berlaku efektif pada tahun ajaran 1979/1980.

Efeknya cukup besar. Tahun ajaran 1978 yang seharusnya berakhir Desember 1978 jadi diperpanjang sampai Juni 1979. Baru setelah itu, tahun ajaran baru dimulai lagi pada Juli 1979. Bayangkan betapa kagetnya guru, murid, dan orang tua saat itu. Libur jadi terasa berbeda, jadwal berubah, dan semua orang harus menyesuaikan diri.

Kenapa kebijakan ini diambil?

Ada beberapa alasan yang sering disebut. Salah satunya untuk menata administrasi pendidikan, menyesuaikan dengan siklus penerimaan siswa baru, dan membuat kalender sekolah lebih tertib. Tapi seperti kebijakan besar lainnya, ini juga menuai pro dan kontra. Ada yang setuju, ada yang mengeluh karena merasa perubahan ini mengganggu rutinitas. Meski begitu, kebijakan ini tetap berjalan dan akhirnya menjadi bagian dari sistem pendidikan kita.

Sekarang, puluhan tahun kemudian, kita hampir nggak pernah lagi mempertanyakan kenapa Juli jadi awal tahun ajaran. Kita hanya tahu: Juli berarti masuk sekolah, MPLS, beli alat tulis, dan mungkin drama kecil karena lupa mengerjakan tugas liburan. Padahal, di balik itu semua, ada sejarah panjang tentang seorang menteri yang berani mengubah kalender pendidikan.

Jadi, saat bulan Juli datang dan anak-anak mulai masuk sekolah, coba ingat lagi nama Daoed Joesoef. Sebuah keputusan yang dulu diperdebatkan, sekarang jadi hal yang kita anggap biasa. Kadang sejarah memang begitu: hal-hal besar sering tersembunyi di balik kebiasaan sehari-hari. Dan tahun ajaran baru di bulan Juli adalah salah satu warisannya yang masih kita jalani sampai sekarang.

Subscribe Youtube

73745675015091643

Hot Posts

4/footer/recent